Khutbah Wukuf Arafah
Khutbah
Wukuf Arafah 1425 H - Aa Gym
KHUTBAH WUKUF ARAFAH
Disampaikan di padang Arafah
Tanggal 9 Dzulhijjah 1425 H/ 31 Januari 2004
Oleh : ABDULLAH GYMNASTIAR
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillaahirabbil 'alamiin,
Alhamdulillaahilladzi anzala sakiinata
fii quluubil mu'miniin
liyadzdaadu iimanan ma'a iimanihim
Asyhadu anla ilaa ha illaallah
wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu.
Allahumma shalli wa salim wabarik 'alaa sayyidina
wa maulana Muhammad Wa 'alaa aalihi wa ashaabihi ajma'in.
Amma Ba'du.
Ayyuhal hadirun. Ittakullaha haqqo tu qotihi,
wa laa tamuutunna illa wa antum muslimun.
Wa qolallahu ja'alaa fi qur'anil kariim,
Bismillahirrahmaanirrahiim
Innamal mu'minuna ihwatun fa aslihu baina akhawaikum
wattakullaha laallakum turhamuun.
Saudara-saudaraku,
Hari ini adalah hari yang paling dirindukan oleh
seorang muslim agar bisa menyempurnakan keislamannya,
hari ini adalah hari yang diidam-idamkan, siang dan
malam, oleh orang-orang yang merindukan bisa bertemu
dengan Tuhannya. Inilah hari yang kita tempuh setelah
ribuan kilometer, bertahun-tahun kita menabung, dengan
harapan agar kita menjadi haji yang mabrur, haji yang
diterima oleh Allah. Sesungguhnya pada saat ini, Allah
membanggakan kita dihadapan para malaikat. Allah
berjanji, hari ini, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa
diijabah. Andaikata kita wafat hari ini, InsyaAllah bagi
haji mabrur tiada balasan dari Allah selain surga.
Saudara-saudaraku, betapa banyak orang-orang yang
siang malam bersujud, lisannya basah menyebut nama Allah,
rindu ingin bisa dijamu di Arofah ini, mereka jauh lebih
sholeh daripada kita, jauh lebih memelihara diri, tapi
belum menginjakkan kakinya disini. Tapi kita, orang yang
bergelimang dosa dan berselimut aib, oleh Allah
ditakdirkan hadir hari ini. Nikmat mana lagi yang akan
kita dustakan?
Subhanallah, wal hamdulillah wa laa ilaa ha
illallahu Allahu Akbar.
Saudara-saudaraku, Ibadah haji adalah nikmat dari Allah
yang tak ternilai, tetapi ibadah haji juga adalah amanah
dari Allah. Karena sepulang dari tanah suci, orang-orang
disekitar kita mengetahui bahwa kita pernah dijamu oleh
Allah, pernah berada di tempat yang dimuliakan.
Kita telah mengetahui ciri orang munafik ada tiga:
jikalau berkata dia dusta, jikalau berjanji tidak
ditepati, jikalau diberi amanah dia berkhianat.
Waspadalah saudaraku, jangan sampai sepulang dari sini,
kita termasuk orang yang berkhianat terhadap amanah. Kita
mengemban amanah menjadi seorang suri tauladan, haji yang
dijamu oleh Allah. Rasulullah SAW memulai mengubah segala
sesuatu dengan menjadi suri tauladan, laqod kaana lakum
fi Rasulillah uswatun hasanah. Sebaik-baik haji yang
mabrur adalah haji yang menjadi teladan.
Bagaimana mungkin kita mengubah keluarga kita kalau kita
mengubah diri saja tidak bisa. Bagaimana mungkin kita
mengubah lingkungan kita, sedangkan mengubah tutur kata
saja tidak sanggup. Bagaimana mungkin kita merindukan
negeri yang berubah, kalau kita tidak pernah mengawali
untuk mengubah diri. Keteladanan adalah kekuatan,
hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh menjadi teladanlah,
orang yang amanah terhadap nikmat haji yang Allah berikan.
Saudara-saudaraku, pastikanlah sepulang kita ke
tanah air, kita menjadi teladan dalam ibadah sehingga
setiap saat panggilan Allah tidak pernah kita khianati.
Jangan pernah ada waktu yang kita abaikan, jangan pernah
sholat sendiri karena Allah memuliakan 27 kali lipat
orang yang sholat berjama'ah. Aktifkanlah masjid menjadi
tempat yang paling nyaman, yang paling indah karena
masjid adalah rumah Allah.
Saudaraku, ajaklah keluarga kita menjadi ahli
ibadah. Ajakalah sahabat-sahabat kita menjadi ahli
ibadah. Tidak inginkah kita melihat rumah tangga kita
penuh ketenteraman, buah dari keberkahan ibadah. Kalau
kepada Allah sudah meremehkan, apalagi yang tersisa pada
diri kita. Pastikanlah saudaraku, kita menjadi teladan di
lingkungan kita. Jangan sampai ada haji yang pulangnya
tidak mengenal sholat. Jangan sampai ada haji yang tidak
pernah menyentuh masjid. Jangan sampai ada haji yang
seluruh keluarganya tidak mengenal sujud. Naudzubillahi
min zaliik.
Haji yang mabrur adalah haji yang menjadi teladan
dalam akhlaq. Setidaknya kita ingat fa laa rofasa, wa laa
fusuqo, wala jidala fil hajj. Seorang haji yang mabrur
jangan pernah terlintas dalam fikiran dan perkataan yang
menjurus kepada perbuatan nista dan zina, Naudzu billahi
min dzalik.
Bagaimana mungkin orang yang dimuliakan Allah
dihadapan malaikat lalu dia berkata zina, berfikir zina
dan melumuri tubuhnya dengan perbuatan zina. Adalah haji
yang terkutuk jika ia melumuri dirinya dengan perbuatan
nista. Jauhilah apapun yang mendekatkan kita kepada zina.
Tidak pernah orang menjadi senista-nista mahluk kecuali
diantaranya adalah pezina. Sukakah kalau anak-anak kita
dizinahi orang lain? Sukakah kalau istri kita dizinahi
orang lain? Sukakah kita kalau orang tua kita dizinahi
orang lain? Jauhi sekuat tenaga saudaraku. Dan berhati-
hatilah terhadap perbuatan fasik. Menipu, berdusta,
serakah, maling, korupsi itu adalah perbuatan-perbuatan
fasik.
Pastikanlah pulang dari tanah suci ini, tidak pernah
rela mulut kita nodai dengan dusta. Dusta tidak akan
pernah memuliakan kita sama sekali, dusta adalah penjara
yang membuat kita tidak pernah merdeka menjadi manusia.
Ketidak jujuran tidak akan mendatangkan apapun selain
membuat kita menjadi mahluk yang tidak pernah bahagia.
Tidak ada lagi kefasikan saudaraku, pastikan anda disini
menjadi orang yang jujur, berkata jujur dan bersikap
jujur. Biarlah orang menghina kita, yang penting kita
tidak hina karena ketidak jujuran.
Saudara-saudaraku sekalian, mulut adalah seperti
moncong teko yang hanya mengeluarkan isinya. Apa yang ada
didalam isinya akan keluar. Jika didalam berisi kopi akan
keluar kopi, jika didalam bening maka keluar akan bening
dan kalau didalam manis maka keluar akan manis. Tutur
kata mencerminkan siapa diri kita. Semakin kasar, semakin
kotor semakin tidak bermutu, menunjukkan siapa diri kita.
Maka pastikanlah seorang haji yang mabrur, menjadi
teladan didalam memilih kata dan sikap. Perkataan
seseorang menentukan nilai pribadinya. Nabi Muhammad SAW
adalah seorang yang berbicara dengan fasih, benar,
sedikit, bermakna dan bernilai. Sepatutnya seorang haji
yang mabrur sangat memilih kata yang akan dilontarkan dan
tidak ada lagi bagi kita kegemaran menjadi orang yang
berdebat mengumbar emosi dan memprovokasi.
Seorang haji mabrur benar-benar akan menjaga dirinya
agar tidak menjadi bagian dari masalah, tetapi menjadi
bagian dari penyelesaian masalah. Untuk apa dengan teman
dikantor kita saling menyakiti dengan kata-kata yang
mengiris. Pastikan seorang haji menjadi teladan dalam
berkata yang baik atau diam.
Saudara-saudaraku sekalian,
Ada satu tanggung jawab besar yaitu keluarga kita.
Kita kadang merasa bahwa hidup ini hanya untuk mengejar
ambisi dan keinginan. Sampai sejauh mana tanggung jawab
kepada ibu dan bapak kita? Ada orang yang sedemikian
sibuknya sekolah, sesudah sekolah dia menikah dan
mengurus rumah tangga. Sesudah mengurus rumah tangga dia
sibuk dengan karir dan bisnisnya. Sampai dia tidak sadar
orang tuanya kian keriput, kian tua dan kian rapuh.
Tidak sempat memberikan senyum atau salam kepada ibu
bapaknya. Dia baru tersadar ketika orang tuanya
terbungkus kain kafan. Berapa banyak belaian orang tua
kepada kita sewaktu kita kecil, tetapi berapa banyak
kita mengecup tangannya? Kita hampir tidak punya waktu,
tiba-tiba tersadar ketika orang tua kita telah terbujur
kaku.
Wahai saudara-saudaraku, seorang haji yang mabrur
adalah haji yang bertanggungjawab kepada ibu bapaknya.
Bagaimana mungkin anak-anak kita akan memuliakan kita
kalau kita durhaka kepada orang tua. Tidak ingatkah dalam
waktu 9 bulan kita menghisap darah ibu, dan keluar kita
menyimbahkan darahnya. Dua tahun kita menghisap air
susunya. Ayah membanting tulang memeras keringat,
berhutang kiri kanan agar kita bisa tumbuh menjadi bayi
yang sehat, anak yang cerdas. Tetapi ketika kita sudah
besar, melirikpun jarang. Bersilaturahmi tidak ada waktu.
Apa saja balas budi kita terhadap orang yang paling
berjasa kepada kita? Tidak rindukah kita melihat ibu
bapak kita tersenyum disurga kelak? Apa yang kita lakukan
untuk memuliakannya? Saudaraku, mari kita menjadi anak
yang berjuang dibarisan terdepan untuk membahagiakan ibu
bapak kita, sekalipun tidak akan terbayar pengorbanan
mereka.
Kemudian, lihat tanggung jawab kepada keluarga kita.
Ada orang yang begitu sibuk bekerja sehingga dia tidak
sadar anaknya sudah tumbuh besar. Tidak punya waktu untuk
bercengkerama. Tidak ada waktu untuk membelai kepala
anaknya. Sibuk. Anak kita tumbuh besar tetapi tidak tahu
mau kemana arah hidupnya. Tiba-tiba dia menjadi orang
yang tersesat, mencoreng aib bagi keluarganya. Betapa
tidak bertanggung jawabnya kita sebagai orang tua kalau
tidak mengantar anak-anak kita mengenal arti hidup, tidak
kita persiapkan mereka menjadi ahli surga. Kesuksesan
bukan berarti menjadi kaya, bukan berarti karir menjulang
tinggi dikantor atau perusahaan kita, sedangkan anak-anak
kita tidak merasa punya ayah, tidak merasa punya ibu.
Kita jarang bertemu, kita jarang menyapa apalagi
membelai, membuat mereka seperti tidak punya ayah.
Bukan seperti itu kehidupan manusia mukmin yang baik.
Kita harus adil. Setiap melihat anak-anak kita,
pikirkanlah seperti apa masa depan mereka.
Apakah mereka akan menjadi cahaya diakhirat, ataukah mereka
terbenam kedalam jahanam? Naudzubillahimindzalik.
Kita yang bertanggung jawab. Seorang haji yang mabrur,
dia bertanggung jawab kepada keluarganya. Kita harus berbuat
apa saja yang disukai Allah agar anak-anak kita dapat
mengarungi hidup ini dengan benar.
Saudara-saudaraku sekalian, tanggung jawab adalah
ciri keteladanan dari seorang haji yang mabrur. Orang-
orang disekitar kita, pembantu, tetangga, orang-orang
yang fakir dan miskin... apa yang kita lakukan terhadap
mereka? Kita punya tanggung jawab baik tenaga, harta dan
fikiran agar bisa membantu orang lain menjadi lebih baik.
Andaikata kita bisa melihat orang lain dengan
perasaan berhutang: apa yang bisa saya lakukan untuk anak-
anak jalanan? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang yang
cacat? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang-orang
miskin? Semakin kita merasa berhutang, semakin kita
bertanggung jawab, maka semakin berarti hidup kita.
Itulah haji yang mabrur, haji yang kehadirannya bagai
cahaya matahari: menerangi yang gelap, menumbuhkan yang
layu, menyegarkan yang hidup. Seharusnya haji mabrur
adalah kekuatan yang bisa membangun keluarga, membangun
masyarakat di lingkungannya. Dimanapun kita berada,
harusnya orang lain merasakan manfaat yang luar biasa.
Saudaraku sekalian,
Saudara sudah dimuliakan Allah di tempat ini. Kita
harus buktikan setelah pulang dari sini menjadi manusia
yang bertanggung jawab. Negeri kita terpuruk karena kita
sulit mencari suri tauladan. Oleh karena itu kitalah yang
tampil, kalau tidak bisa dalam ukuran negara, jadilah
teladan di rumah. Jadikan anak-anak kita bangga memiliki
ayah dan ibu seperti kita! Jadilah teladan bagi tetangga
kita, jadikan tetangga kita bangga dan bahagia dengan
kehadiran kita di sekitarnya. Jadilah teladan di kantor.
Kalaupun kita tidak bisa membagikan harta dan kedudukan
karena kita hanya pegawai biasa, buatlah orang-orang
merasa nyaman dengan kehadiran diri kita. Khoirunnaas
anfa'uhum linnaas. Sesungguhnya sebaik-baik manusia
adalah manusia yang paling banyak manfaatnya, sebaik-baik
haji yang mabrur adalah haji yang paling banyak
manfaatnya. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Menatap
mengabulkan do'a kita ini. Aamiin.
Allahumma sholli wa salim wabarik 'ala sayyidinaa
wa maulana Muhammad wa 'ala aalihi wa shohbihi ajma'in.
Allah, Allahumma yaa kariim,
alhamdulillah yaa Allah, yaa hayyu yaa qoyyuum.
Yaa Allah ... inilah kami hamba-Mu yang berlumur dosa,
bergelimang aib,
yang Engkau sudah tahu segala kebusukan yang kami lakukan,
Engkau menyaksikan aib-aib yang mati-matian kami sembunyikan.
Engkau tahu dosa yang terang-terangan maupun yang
sembunyi-sembunyi.
Yaa Allah bukankah Engkau sedang membanggakan kami di hadapan
para malaikat-Mu, kami mohon jadikan saat ini saat ampunan
bagi dosa-dosa kami Yaa Allah.
Robbanaa zholamnaa anfusana wainllam taghfirlanaa
wa tarhamnaa lanakunanna minal khosiriin.
Ampuni yaa Allah, ampuni sebusuk apapun diri-diri kami,
rasanya tidak kuat menanggung aib ini yaa Allah,
kami ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan bersih
yaa Allah,
Allahumma innaa nasaluka taubatan nasuhaa,
taubatan nasuuhaa yaa Allah, wa taubatan qoblal maut,
wa rohmatan 'indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut,
Allahumma hawwin 'alaina fii sakarotil maut.
Duhai Allah ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami,
ampuni jikalau kami jarang tersenyum kepadanya,
ampuni jikalau kami jarang memuliakannya,
berikan kesempatan kami memuliakan keduanya yaa Allah.
Allahummaghfirlanaa waliwalidina warhamhum kamaa
robbayana sighoro.
Muliakan ibu bapak kami yaa Allah, ampuni dosa-dosanya,
jadikan husnul khotimah akhir hayat, lapangkan kuburnya
yaa Allah,
ringankan hisabnya, jadikan ahli sorga-Mu yaa Allah,
lindungi orang tua kami dari azab kubur, dari fitnah jahannam.
Yaa Allah muliakan guru-guru kami,
para ulama yang membimbing kami,
para muballigh yang menuntun kami,
muliakan orang-orang yang membuat kami mengenal-Mu yaa Allah.
Yaa Allah, Robbana hablanaa min azwajinaa wa dzurriyyatinaa
qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.
Ampuni jikalau kami pernah mengkhianati keluarga kami yaa Allah,
ampuni para suami yang pernah menzalimi istrinya,
yang pernah menganiaya keluarganya,
ampuni para istri yang lalai mengurus keluarganya yaa Allah,
ampuni jikalau kami salah mendidik anak-anak kami yaa Allah,
jangan biarkan mereka tersesat karena kami yaa Allah,
bimbing kami agar bisa menjadi orang tua yang benar,
jangan biarkan mereka menuntut kami di akherat yaa Allah.
Karuniakan rumah tangga sakinah, keturunan yang soleh solehah.
Yaa Allah selamatkan saudara-saudara kami yang ditimpa
fitnah dan musibah,
berikan kelapangan bagi yang dihimpit masalah,
berikan kecukupan bagi yang fakir Yaa Allah,
lepaskan dari lilitan hutang-piutang.
Yaa Allah tolonglah saudara kami yang bergelimang dosa,
tuntun agar tahu tempat bertaubat,
tolonglah saudara kami yang tersesat,
bimbing agar mengenal jalan-Mu yaa Allah,
Yaa Allah selamatkan umat muslimiin dan muslimat,
jangan biarkan umat-Mu sebanyak ini terhina dengan fitnah ini
yaa Allah,
persatukan umat Islam Yaa Allah,
karuniakan para pemimpin yang dapat memimpin kami bersatu
di jalan-Mu,
karuniakan para ulama yang dapat menuntun kami bersatu di
jalan-Mu.
Yaa Allah selamatkan negeri kami yaa Allah,
sudah terlalu lama kami terhina seperti ini yaa Allah,
bangkitkan di negeri kami para pemimpin yang Engkau cintai,
Pemimpin yang mencintai-Mu yaa Allah,
Pemimpin yang mencintai hamba-hambaMu,
Pemimpin yang mencintai hidup di jalanMu,
Jangan biarkan umat-Mu sebanyak ini tergadai oleh
pemimpin yang fasik
yaa Allah, jangan biarkan anak-cucu kami terhina
dipimpin oleh kafir
Yaa Allah jangan biarkan kami tergadai kepada kaum munafik,
tolonglah yaa Allah di tempat yang barokah ini,
selamatkan umat-Mu, selamatkan bangsa kami yaa Allah.
Selamatkan hamba-hambaMu Yaa Allah.
Yaa Allah jadikan kami haji yang mabrur.
Allahummaj'al hajjanaa hajjan mabruuro,
wa sa'yanaa sa'yan masykuuro,
wa dzanban maghfuuro.
Yaa Allah undang kami ke baitullah dengan haji yang mabrur,
undanglah keturunan kami yaa Allah, sahabat-sahabat kami.
Yaa Allah kembalikan kami ke tanah air dengan keberkahan,
lindungi kami dari fitnah, lindungi kami dari musibah,
yaa Allah
balaslah dengan sempurna orang-orang yang berbuat
kebaikan kepada kami.
Allahumma innaa nasaluka ridhoka wal jannah,
wa na'udzubika min sakhotika wannaar.
Yaa Allah berkahi haji kami yaa Allah,
berkahi sisa umur kami yaa Allah,
berkahi umat-Mu ini yaa Allah.
Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah,
wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaabannar.
Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yashifuun
wa salaamun 'alal mursaliin Walhamdulillahi robbil 'alamiin
laa haula walaa quwwata illa billah.
Semoga saudara kita yang batal dan belum berangkat haji
tahun ini, oleh Allah yang Maha Menatap diundang secepatnya
amiin, yaa robbal 'alaamiin.
Saudaraku sekalian,
semoga khutbah ini mengantar kita untuk menikmati jamuan
Allah wukuf di Arofah, doakan sebanyak-banyaknya saudara-
saudara kita yang belum bisa hadir di tanah suci di
tempat penuh berkah ini.
Walhamdulillah,
Wassalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh
KHUTBAH WUKUF ARAFAH
Disampaikan di padang Arafah
Tanggal 9 Dzulhijjah 1425 H/ 31 Januari 2004
Oleh : ABDULLAH GYMNASTIAR
Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillaahirabbil 'alamiin,
Alhamdulillaahilladzi anzala sakiinata
fii quluubil mu'miniin
liyadzdaadu iimanan ma'a iimanihim
Asyhadu anla ilaa ha illaallah
wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu.
Allahumma shalli wa salim wabarik 'alaa sayyidina
wa maulana Muhammad Wa 'alaa aalihi wa ashaabihi ajma'in.
Amma Ba'du.
Ayyuhal hadirun. Ittakullaha haqqo tu qotihi,
wa laa tamuutunna illa wa antum muslimun.
Wa qolallahu ja'alaa fi qur'anil kariim,
Bismillahirrahmaanirrahiim
Innamal mu'minuna ihwatun fa aslihu baina akhawaikum
wattakullaha laallakum turhamuun.
Saudara-saudaraku,
Hari ini adalah hari yang paling dirindukan oleh
seorang muslim agar bisa menyempurnakan keislamannya,
hari ini adalah hari yang diidam-idamkan, siang dan
malam, oleh orang-orang yang merindukan bisa bertemu
dengan Tuhannya. Inilah hari yang kita tempuh setelah
ribuan kilometer, bertahun-tahun kita menabung, dengan
harapan agar kita menjadi haji yang mabrur, haji yang
diterima oleh Allah. Sesungguhnya pada saat ini, Allah
membanggakan kita dihadapan para malaikat. Allah
berjanji, hari ini, dosa-dosa diampuni, dan doa-doa
diijabah. Andaikata kita wafat hari ini, InsyaAllah bagi
haji mabrur tiada balasan dari Allah selain surga.
Saudara-saudaraku, betapa banyak orang-orang yang
siang malam bersujud, lisannya basah menyebut nama Allah,
rindu ingin bisa dijamu di Arofah ini, mereka jauh lebih
sholeh daripada kita, jauh lebih memelihara diri, tapi
belum menginjakkan kakinya disini. Tapi kita, orang yang
bergelimang dosa dan berselimut aib, oleh Allah
ditakdirkan hadir hari ini. Nikmat mana lagi yang akan
kita dustakan?
Subhanallah, wal hamdulillah wa laa ilaa ha
illallahu Allahu Akbar.
Saudara-saudaraku, Ibadah haji adalah nikmat dari Allah
yang tak ternilai, tetapi ibadah haji juga adalah amanah
dari Allah. Karena sepulang dari tanah suci, orang-orang
disekitar kita mengetahui bahwa kita pernah dijamu oleh
Allah, pernah berada di tempat yang dimuliakan.
Kita telah mengetahui ciri orang munafik ada tiga:
jikalau berkata dia dusta, jikalau berjanji tidak
ditepati, jikalau diberi amanah dia berkhianat.
Waspadalah saudaraku, jangan sampai sepulang dari sini,
kita termasuk orang yang berkhianat terhadap amanah. Kita
mengemban amanah menjadi seorang suri tauladan, haji yang
dijamu oleh Allah. Rasulullah SAW memulai mengubah segala
sesuatu dengan menjadi suri tauladan, laqod kaana lakum
fi Rasulillah uswatun hasanah. Sebaik-baik haji yang
mabrur adalah haji yang menjadi teladan.
Bagaimana mungkin kita mengubah keluarga kita kalau kita
mengubah diri saja tidak bisa. Bagaimana mungkin kita
mengubah lingkungan kita, sedangkan mengubah tutur kata
saja tidak sanggup. Bagaimana mungkin kita merindukan
negeri yang berubah, kalau kita tidak pernah mengawali
untuk mengubah diri. Keteladanan adalah kekuatan,
hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh menjadi teladanlah,
orang yang amanah terhadap nikmat haji yang Allah berikan.
Saudara-saudaraku, pastikanlah sepulang kita ke
tanah air, kita menjadi teladan dalam ibadah sehingga
setiap saat panggilan Allah tidak pernah kita khianati.
Jangan pernah ada waktu yang kita abaikan, jangan pernah
sholat sendiri karena Allah memuliakan 27 kali lipat
orang yang sholat berjama'ah. Aktifkanlah masjid menjadi
tempat yang paling nyaman, yang paling indah karena
masjid adalah rumah Allah.
Saudaraku, ajaklah keluarga kita menjadi ahli
ibadah. Ajakalah sahabat-sahabat kita menjadi ahli
ibadah. Tidak inginkah kita melihat rumah tangga kita
penuh ketenteraman, buah dari keberkahan ibadah. Kalau
kepada Allah sudah meremehkan, apalagi yang tersisa pada
diri kita. Pastikanlah saudaraku, kita menjadi teladan di
lingkungan kita. Jangan sampai ada haji yang pulangnya
tidak mengenal sholat. Jangan sampai ada haji yang tidak
pernah menyentuh masjid. Jangan sampai ada haji yang
seluruh keluarganya tidak mengenal sujud. Naudzubillahi
min zaliik.
Haji yang mabrur adalah haji yang menjadi teladan
dalam akhlaq. Setidaknya kita ingat fa laa rofasa, wa laa
fusuqo, wala jidala fil hajj. Seorang haji yang mabrur
jangan pernah terlintas dalam fikiran dan perkataan yang
menjurus kepada perbuatan nista dan zina, Naudzu billahi
min dzalik.
Bagaimana mungkin orang yang dimuliakan Allah
dihadapan malaikat lalu dia berkata zina, berfikir zina
dan melumuri tubuhnya dengan perbuatan zina. Adalah haji
yang terkutuk jika ia melumuri dirinya dengan perbuatan
nista. Jauhilah apapun yang mendekatkan kita kepada zina.
Tidak pernah orang menjadi senista-nista mahluk kecuali
diantaranya adalah pezina. Sukakah kalau anak-anak kita
dizinahi orang lain? Sukakah kalau istri kita dizinahi
orang lain? Sukakah kita kalau orang tua kita dizinahi
orang lain? Jauhi sekuat tenaga saudaraku. Dan berhati-
hatilah terhadap perbuatan fasik. Menipu, berdusta,
serakah, maling, korupsi itu adalah perbuatan-perbuatan
fasik.
Pastikanlah pulang dari tanah suci ini, tidak pernah
rela mulut kita nodai dengan dusta. Dusta tidak akan
pernah memuliakan kita sama sekali, dusta adalah penjara
yang membuat kita tidak pernah merdeka menjadi manusia.
Ketidak jujuran tidak akan mendatangkan apapun selain
membuat kita menjadi mahluk yang tidak pernah bahagia.
Tidak ada lagi kefasikan saudaraku, pastikan anda disini
menjadi orang yang jujur, berkata jujur dan bersikap
jujur. Biarlah orang menghina kita, yang penting kita
tidak hina karena ketidak jujuran.
Saudara-saudaraku sekalian, mulut adalah seperti
moncong teko yang hanya mengeluarkan isinya. Apa yang ada
didalam isinya akan keluar. Jika didalam berisi kopi akan
keluar kopi, jika didalam bening maka keluar akan bening
dan kalau didalam manis maka keluar akan manis. Tutur
kata mencerminkan siapa diri kita. Semakin kasar, semakin
kotor semakin tidak bermutu, menunjukkan siapa diri kita.
Maka pastikanlah seorang haji yang mabrur, menjadi
teladan didalam memilih kata dan sikap. Perkataan
seseorang menentukan nilai pribadinya. Nabi Muhammad SAW
adalah seorang yang berbicara dengan fasih, benar,
sedikit, bermakna dan bernilai. Sepatutnya seorang haji
yang mabrur sangat memilih kata yang akan dilontarkan dan
tidak ada lagi bagi kita kegemaran menjadi orang yang
berdebat mengumbar emosi dan memprovokasi.
Seorang haji mabrur benar-benar akan menjaga dirinya
agar tidak menjadi bagian dari masalah, tetapi menjadi
bagian dari penyelesaian masalah. Untuk apa dengan teman
dikantor kita saling menyakiti dengan kata-kata yang
mengiris. Pastikan seorang haji menjadi teladan dalam
berkata yang baik atau diam.
Saudara-saudaraku sekalian,
Ada satu tanggung jawab besar yaitu keluarga kita.
Kita kadang merasa bahwa hidup ini hanya untuk mengejar
ambisi dan keinginan. Sampai sejauh mana tanggung jawab
kepada ibu dan bapak kita? Ada orang yang sedemikian
sibuknya sekolah, sesudah sekolah dia menikah dan
mengurus rumah tangga. Sesudah mengurus rumah tangga dia
sibuk dengan karir dan bisnisnya. Sampai dia tidak sadar
orang tuanya kian keriput, kian tua dan kian rapuh.
Tidak sempat memberikan senyum atau salam kepada ibu
bapaknya. Dia baru tersadar ketika orang tuanya
terbungkus kain kafan. Berapa banyak belaian orang tua
kepada kita sewaktu kita kecil, tetapi berapa banyak
kita mengecup tangannya? Kita hampir tidak punya waktu,
tiba-tiba tersadar ketika orang tua kita telah terbujur
kaku.
Wahai saudara-saudaraku, seorang haji yang mabrur
adalah haji yang bertanggungjawab kepada ibu bapaknya.
Bagaimana mungkin anak-anak kita akan memuliakan kita
kalau kita durhaka kepada orang tua. Tidak ingatkah dalam
waktu 9 bulan kita menghisap darah ibu, dan keluar kita
menyimbahkan darahnya. Dua tahun kita menghisap air
susunya. Ayah membanting tulang memeras keringat,
berhutang kiri kanan agar kita bisa tumbuh menjadi bayi
yang sehat, anak yang cerdas. Tetapi ketika kita sudah
besar, melirikpun jarang. Bersilaturahmi tidak ada waktu.
Apa saja balas budi kita terhadap orang yang paling
berjasa kepada kita? Tidak rindukah kita melihat ibu
bapak kita tersenyum disurga kelak? Apa yang kita lakukan
untuk memuliakannya? Saudaraku, mari kita menjadi anak
yang berjuang dibarisan terdepan untuk membahagiakan ibu
bapak kita, sekalipun tidak akan terbayar pengorbanan
mereka.
Kemudian, lihat tanggung jawab kepada keluarga kita.
Ada orang yang begitu sibuk bekerja sehingga dia tidak
sadar anaknya sudah tumbuh besar. Tidak punya waktu untuk
bercengkerama. Tidak ada waktu untuk membelai kepala
anaknya. Sibuk. Anak kita tumbuh besar tetapi tidak tahu
mau kemana arah hidupnya. Tiba-tiba dia menjadi orang
yang tersesat, mencoreng aib bagi keluarganya. Betapa
tidak bertanggung jawabnya kita sebagai orang tua kalau
tidak mengantar anak-anak kita mengenal arti hidup, tidak
kita persiapkan mereka menjadi ahli surga. Kesuksesan
bukan berarti menjadi kaya, bukan berarti karir menjulang
tinggi dikantor atau perusahaan kita, sedangkan anak-anak
kita tidak merasa punya ayah, tidak merasa punya ibu.
Kita jarang bertemu, kita jarang menyapa apalagi
membelai, membuat mereka seperti tidak punya ayah.
Bukan seperti itu kehidupan manusia mukmin yang baik.
Kita harus adil. Setiap melihat anak-anak kita,
pikirkanlah seperti apa masa depan mereka.
Apakah mereka akan menjadi cahaya diakhirat, ataukah mereka
terbenam kedalam jahanam? Naudzubillahimindzalik.
Kita yang bertanggung jawab. Seorang haji yang mabrur,
dia bertanggung jawab kepada keluarganya. Kita harus berbuat
apa saja yang disukai Allah agar anak-anak kita dapat
mengarungi hidup ini dengan benar.
Saudara-saudaraku sekalian, tanggung jawab adalah
ciri keteladanan dari seorang haji yang mabrur. Orang-
orang disekitar kita, pembantu, tetangga, orang-orang
yang fakir dan miskin... apa yang kita lakukan terhadap
mereka? Kita punya tanggung jawab baik tenaga, harta dan
fikiran agar bisa membantu orang lain menjadi lebih baik.
Andaikata kita bisa melihat orang lain dengan
perasaan berhutang: apa yang bisa saya lakukan untuk anak-
anak jalanan? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang yang
cacat? Apa yang bisa saya lakukan untuk orang-orang
miskin? Semakin kita merasa berhutang, semakin kita
bertanggung jawab, maka semakin berarti hidup kita.
Itulah haji yang mabrur, haji yang kehadirannya bagai
cahaya matahari: menerangi yang gelap, menumbuhkan yang
layu, menyegarkan yang hidup. Seharusnya haji mabrur
adalah kekuatan yang bisa membangun keluarga, membangun
masyarakat di lingkungannya. Dimanapun kita berada,
harusnya orang lain merasakan manfaat yang luar biasa.
Saudaraku sekalian,
Saudara sudah dimuliakan Allah di tempat ini. Kita
harus buktikan setelah pulang dari sini menjadi manusia
yang bertanggung jawab. Negeri kita terpuruk karena kita
sulit mencari suri tauladan. Oleh karena itu kitalah yang
tampil, kalau tidak bisa dalam ukuran negara, jadilah
teladan di rumah. Jadikan anak-anak kita bangga memiliki
ayah dan ibu seperti kita! Jadilah teladan bagi tetangga
kita, jadikan tetangga kita bangga dan bahagia dengan
kehadiran kita di sekitarnya. Jadilah teladan di kantor.
Kalaupun kita tidak bisa membagikan harta dan kedudukan
karena kita hanya pegawai biasa, buatlah orang-orang
merasa nyaman dengan kehadiran diri kita. Khoirunnaas
anfa'uhum linnaas. Sesungguhnya sebaik-baik manusia
adalah manusia yang paling banyak manfaatnya, sebaik-baik
haji yang mabrur adalah haji yang paling banyak
manfaatnya. Mudah-mudahan Allah Yang Maha Menatap
mengabulkan do'a kita ini. Aamiin.
Allahumma sholli wa salim wabarik 'ala sayyidinaa
wa maulana Muhammad wa 'ala aalihi wa shohbihi ajma'in.
Allah, Allahumma yaa kariim,
alhamdulillah yaa Allah, yaa hayyu yaa qoyyuum.
Yaa Allah ... inilah kami hamba-Mu yang berlumur dosa,
bergelimang aib,
yang Engkau sudah tahu segala kebusukan yang kami lakukan,
Engkau menyaksikan aib-aib yang mati-matian kami sembunyikan.
Engkau tahu dosa yang terang-terangan maupun yang
sembunyi-sembunyi.
Yaa Allah bukankah Engkau sedang membanggakan kami di hadapan
para malaikat-Mu, kami mohon jadikan saat ini saat ampunan
bagi dosa-dosa kami Yaa Allah.
Robbanaa zholamnaa anfusana wainllam taghfirlanaa
wa tarhamnaa lanakunanna minal khosiriin.
Ampuni yaa Allah, ampuni sebusuk apapun diri-diri kami,
rasanya tidak kuat menanggung aib ini yaa Allah,
kami ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan bersih
yaa Allah,
Allahumma innaa nasaluka taubatan nasuhaa,
taubatan nasuuhaa yaa Allah, wa taubatan qoblal maut,
wa rohmatan 'indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut,
Allahumma hawwin 'alaina fii sakarotil maut.
Duhai Allah ampuni kedurhakaan kami kepada ibu bapak kami,
ampuni jikalau kami jarang tersenyum kepadanya,
ampuni jikalau kami jarang memuliakannya,
berikan kesempatan kami memuliakan keduanya yaa Allah.
Allahummaghfirlanaa waliwalidina warhamhum kamaa
robbayana sighoro.
Muliakan ibu bapak kami yaa Allah, ampuni dosa-dosanya,
jadikan husnul khotimah akhir hayat, lapangkan kuburnya
yaa Allah,
ringankan hisabnya, jadikan ahli sorga-Mu yaa Allah,
lindungi orang tua kami dari azab kubur, dari fitnah jahannam.
Yaa Allah muliakan guru-guru kami,
para ulama yang membimbing kami,
para muballigh yang menuntun kami,
muliakan orang-orang yang membuat kami mengenal-Mu yaa Allah.
Yaa Allah, Robbana hablanaa min azwajinaa wa dzurriyyatinaa
qurrota a'yun, waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.
Ampuni jikalau kami pernah mengkhianati keluarga kami yaa Allah,
ampuni para suami yang pernah menzalimi istrinya,
yang pernah menganiaya keluarganya,
ampuni para istri yang lalai mengurus keluarganya yaa Allah,
ampuni jikalau kami salah mendidik anak-anak kami yaa Allah,
jangan biarkan mereka tersesat karena kami yaa Allah,
bimbing kami agar bisa menjadi orang tua yang benar,
jangan biarkan mereka menuntut kami di akherat yaa Allah.
Karuniakan rumah tangga sakinah, keturunan yang soleh solehah.
Yaa Allah selamatkan saudara-saudara kami yang ditimpa
fitnah dan musibah,
berikan kelapangan bagi yang dihimpit masalah,
berikan kecukupan bagi yang fakir Yaa Allah,
lepaskan dari lilitan hutang-piutang.
Yaa Allah tolonglah saudara kami yang bergelimang dosa,
tuntun agar tahu tempat bertaubat,
tolonglah saudara kami yang tersesat,
bimbing agar mengenal jalan-Mu yaa Allah,
Yaa Allah selamatkan umat muslimiin dan muslimat,
jangan biarkan umat-Mu sebanyak ini terhina dengan fitnah ini
yaa Allah,
persatukan umat Islam Yaa Allah,
karuniakan para pemimpin yang dapat memimpin kami bersatu
di jalan-Mu,
karuniakan para ulama yang dapat menuntun kami bersatu di
jalan-Mu.
Yaa Allah selamatkan negeri kami yaa Allah,
sudah terlalu lama kami terhina seperti ini yaa Allah,
bangkitkan di negeri kami para pemimpin yang Engkau cintai,
Pemimpin yang mencintai-Mu yaa Allah,
Pemimpin yang mencintai hamba-hambaMu,
Pemimpin yang mencintai hidup di jalanMu,
Jangan biarkan umat-Mu sebanyak ini tergadai oleh
pemimpin yang fasik
yaa Allah, jangan biarkan anak-cucu kami terhina
dipimpin oleh kafir
Yaa Allah jangan biarkan kami tergadai kepada kaum munafik,
tolonglah yaa Allah di tempat yang barokah ini,
selamatkan umat-Mu, selamatkan bangsa kami yaa Allah.
Selamatkan hamba-hambaMu Yaa Allah.
Yaa Allah jadikan kami haji yang mabrur.
Allahummaj'al hajjanaa hajjan mabruuro,
wa sa'yanaa sa'yan masykuuro,
wa dzanban maghfuuro.
Yaa Allah undang kami ke baitullah dengan haji yang mabrur,
undanglah keturunan kami yaa Allah, sahabat-sahabat kami.
Yaa Allah kembalikan kami ke tanah air dengan keberkahan,
lindungi kami dari fitnah, lindungi kami dari musibah,
yaa Allah
balaslah dengan sempurna orang-orang yang berbuat
kebaikan kepada kami.
Allahumma innaa nasaluka ridhoka wal jannah,
wa na'udzubika min sakhotika wannaar.
Yaa Allah berkahi haji kami yaa Allah,
berkahi sisa umur kami yaa Allah,
berkahi umat-Mu ini yaa Allah.
Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah,
wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaabannar.
Subhana robbika robbil 'izzati 'amma yashifuun
wa salaamun 'alal mursaliin Walhamdulillahi robbil 'alamiin
laa haula walaa quwwata illa billah.
Semoga saudara kita yang batal dan belum berangkat haji
tahun ini, oleh Allah yang Maha Menatap diundang secepatnya
amiin, yaa robbal 'alaamiin.
Saudaraku sekalian,
semoga khutbah ini mengantar kita untuk menikmati jamuan
Allah wukuf di Arofah, doakan sebanyak-banyaknya saudara-
saudara kita yang belum bisa hadir di tanah suci di
tempat penuh berkah ini.
Walhamdulillah,
Wassalaamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh


Komentar
Posting Komentar