RINGKASAN QIYADAH WAL JUNDIYAH

Kewajiban Beramal Jama’i

Amal Jama’i dalam kaitannya dengan penegakkan Daulah Islamiyah ‘Alamiyah adalah wajib, karena Islam bukan agama individu melainkan agama satu ummat, sebagaimana Rasulullah bersama jamaahnya menegakkan Daulah Islamiyah pertama kali. Setiap jamaah yang akan mencapai tujuannya harus memiliki manhaj yang jelas dan bergerak dan bergerak menurut manhaj tersebut, dan tentunya harus memiliki pimpinan.



Pemimpin dalam suatu jamaah berfungsi untuk mengatur seluruh gerakan, menentukan tujuan, mengawasi dan menghilangkan perselisihan, karenanya pemimpin harus senantiasa ditaati. Kekuatan dan kelemahan jamaah berkaitan erat dengan kompetensi pemimpin. Bergerak dalam suatu jamaah adalah tugas, tangung jawab, dan amanah yang harus dipikul tanpa melihat tingkat kepemimpinannya. Jabatan kepemimpinan tidak boleh dijadikan rebutan sebab pimpinan dalam jamaah adalah tanggung jawab dan amanah yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt pada hari kiamat nanti.



Imam Hasan Al Banna menggariskan manhaj dengan tujuan mempersiapkan anggota-anggota jamaah secara berangsur-angsur (tajarrud) melalui tahap pengenalan (ta’rif), pembentukan (takwin) dan pelaksanaan (tanfidz). Ia juga meletakkan ciri-cii dan syarat-syarat seorang Muslim yang hendak dipersiapkan, antara lain, aqidahnya lurus, ibadahnya benar, akhlaqnya benar, berpikiran cerdas, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisiplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatunnafs dan memiliki faktor-faktor asasi sebagai pejuang muslim.

Anggota yang berjiwa prajurit dan berdisiplin tinggi tidak kurang pentingnya dengan pemimpin, sebab keduanya akan senantiasa saling menyokong dan menopang.


Amanah dan Tanggung Jawab Pemimpin

Besar dan beratnya tanggung jawab pimpinan ditentukan oleh besarnya cita-cita dan kemajuan yang akan dicapai, sedangkan cita-cita kita adalah menegakkan Dinullah dengan membangun Daulah Islamiyah sedunia;beratnya amanah tergantung luasnya daerah dan medan pegerakan;semakin besar dengan banyaknya anggota;produktivitas yang dihasilkan;kompleksnya persoalan dunia Islam;harapan yang ditaruh oleh seluruh ummat Islam;dan berlikunya jalan dakwah ini beserta rintangan yang menghadang. Terakhir, amanah pimpinan jamaah ini berat karena karakter tahap dakwah yang sedang dilaluinya.


Hal-Hal yang Membantu Terlaksananya Tugas Pimpinan



1.    Ikhlas karena Allah semata, serta selalu banar dan jujur pada-Nya.

2.    Peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah.

3.    Memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.

4.    Memiliki rasa tangung jawab yang besar.

5.    Memberikan perhatian cukup kepada masalah pendidikan (tarbiyah), serta menyiapkan kader pengganti.

6.    Terjalinnya rasa kasih sayang dan ukhuwwah yang tulus di kalangan anggota jamaah, khususnya antara anggota dan pimpinan.

7.    Merencanakan program dengan tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan sesuai dengan kemampuan.

8.    Para pimpinan cabang dan anggota harus merasakan beratnya amanah yang tanggung jawab pimpinan pusat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

9.    Bersungguh-sunguh menyalakan cita-cita, mengukuhkan tekad dna membangkitkan harapan di kalangan anggota jamaah. Ada tiga faktor keberhasilan yang perlu diperhatikan, pertama, dakwah ini adalah kekuatan dakwah kita yang merupakan dakwah Allah; Kedua, Tujuan kita yang murni; Ketiga, ketergantungan kita hanya kepada pertolongan dan dukungan Allah.





Sifat – sifat yang harus dimiliki setiap pemimpin dakwah:

1.    Senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas krena Allah semata.

2.    Budaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman luas, berpandangan jauh dna tajam, berwasasan luas, mampu menganalisis berbagai persoalan dari segala segi dengan tepat dan cepat menerapkan hasil analisanya dengan baik.

3.    Berperangai penyantun, lemah lembut, dan ramah.

4.    Bersifat bersahabat.

5.    Berani dan sportif, tidak pengecut,dam tidak membabi buta.

6.    Shiddiq, benar dalam berkata, sikap dan perbuatan.

7.    Tawadhu’,merendahkan diri dan tidak membanggakan diri kepada manusia.

8.    Memaafkan, menahan marah dan berkalu ihsan.

9.    Menepati janji dan sumpah setia.

10. Sabar, karena jalan dakwah adalah jalan panjang yang penuh onak dan duri.

11. Iffah dan Kiram.

12. Wara’ dan Zuhud.

13. Adil dan jujur meskipun terhadap diri sendiri.

14. Tidak mengungkit-ungkit dan menyombongkan diri.

15. Memelihara hal-hal yang dimuliakan Allah.

16. Berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba.

17. Tekad bulat, tawakal dan yakin.

18.  Sederhana dalam segala hal.

19. Bertahan dalma kebenaran dengan teguh dan pantang mundur.

20. Menjauhi sikap pesimistis dan over estimasi.

Tabiat Gerakan dan Medannya:

1.    Harus beriltizam dengan tujuan berdirinya jamaah yaitu tegaknya Din Allah di bumi dengan membangun Daulay Islamiyah secara utuh dan menyeluruh.

2.    Memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan seluruh konsekuensinya, tanpa melupakan salah satu aspeknya.

3.    Perlu menjaga tahapan Dakwah Islamiyah dengan segala tuntutannya.

4.    Memberikan perhatian serius terhadap tarbiyah di setiap peringkat.

5.    Memperhatikan seluruh aktivitas politik.

6.    Harus mengawasi sikap jamaah dan jamaah-jamaah lainnya.

7.    Tahap perjuangan kita yang akan datang lebih ditekankan pada bentuk jihad dan menegakkan hukum Allah di seluruh aspek kehidupan.

8.    Peran seorang wanita muslimah amatlah penting dalam Amal Islami.

9.    Mempersiapkan seluruh masyarakat untuk menjadi asas kuat bagi tegaknya pemerintahan Islam yang mantap dan utuh.

10. Memperhatikan generasi muda dengan mendidik kepribadian Islamnya.

11. Berusaha bersungguh-sungguh mewariskan dakwah ini kepada generasi medatang.

12. Gerakan dakwah ini meliputi berbagai negaram bangsa dan warna kulit.

13. Dana adalah urat nadi amal Islami.

14. Memanfaatkan sebaik-baiknya pengalaman dalam gerakan dan realitas keragaman aktivitas Islami.

Beberapa Petunjuk dalam Bergerak:

1.    Pimpinan harus memberikan perhatian menyeluruh kepada tugas dan tanggung jawab.

2.    Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugasnya.

3.    Setiap penanggung jawab harus menyusun program kerja lengkap.

4.    Tepat dalam memilih petugas yang dapat melaksanakan tugasnya dnegan baik.

5.    Pemimpin dituntut mengatur waktu dan urusannya seefektif mungkin.

6.    Selalu sadar dan tanggap demi terjaminnya gerakan dakwah.

7.    Perlu memiliki kecekatan dan kekuatan tekad.

8.    Menampakkan perhatiannya kepada usaha yang sangat diperlukan.

9.    Menghindari memberikan satu pendapat saja yang berkait dengan syariat Islam di dalam masalah furuiyah dan berbentuk khilafiyah.

10. Menjauhkan jamaah dari terjerumus ke dalam permusuhan golongan.

11. Senantiasa mengingatkan anggotanya supaya menyadari akan muroqobah Allah.

12. Seorang pemimpin harus percaya atas ketinggian moral anggotanya yang bertugas.

13. Pemimpin tidak boleh membatasi aktivitasnya semata-mata untuk masa sekarang.

14. meningkatkan cara kerja, mengembangkan sarana dan melengkapinya serta memanfaatkan pengalaman baru yang dapat membantu pencapaian tujuan dalma meninggikan mutu dakwah.

15. Pemimpin bertanggung jawab dalam menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat.

16. Tidak boleh membanggakan dan menyanjung-nyanjung kemampuan, tenaga dan kelayakannya.

17. Seorang pemimpintidak wajar mengkonsentrasikan seganap kegiatannya dalam urusan administrasi semata dengan menyampingkan segi aktivitas dan mentalitas yang menjadi dasar perjuangan.

18. Memiliki berbagai kelayakan untuk memudahkan perputaran roda kepeimpinan dan amal usaha, terutama bila terjadi suasan kritis.

19. Ukuran keutuhan dan kekompakan kepemimpinan adalah kekuatan jamaan dan kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya.

20. Menjauhkan konflik dengan orang lain selama masih bisa dihindari.

21. Semangat pemuda harus dipelihara dan diarahkah serta selalu dikontrol.

22. Melindungi jamaah dari munculnya aliran pemikiran yang bertentangan dengan khithah jamaah.

23. Seorang pemimpin jamaah tidak dibenarkan membiarkan trebentuknya kelompk baru berdasarkan suku, kedaerahan, dll.

24. Seorang pemimpin harus menyelesaikan secara tuntas dan penuh kebijakan jika timbul masalah di dalam shaff.

25. Jika terdapat seseorang yang lebih mampu, seorang pemimpin dapat saja menyerahkan kepemimpinan kepadanya.

Petunjuk Pergaulan antara Pemipin dan Anggota:

1.    Pemimpin harus pandai memilih orang yang layak dalam jabatan dan persoalan tertentu.

2.    Tidak bersikap pesimis dan buruk sangka.

3.    Dapat bergaul dengan para pembantu dan anggotanya.

4.    Memperbaiki pembagian tugas dan mnentukan spesialisasi.

5.    Menentukan, mengatur, dan memudahkan jalur komunikasi di setiap peringkat dan bagian.

6.    Berusaha sungguh-sungguh meningkatkan posisi kepemimpinan dna melatih anggota sesuai dengan bidang masing-masing.

7.    Memberikan kebebasan kepada pimpnan tingkat cabang untuk memilih sarana dan cara paling baik.

8.    Membangkitkan semangan kerja sama antara para pimpinan cabang.

9.    Membiasakan diri bermusyawarah dengan para pembantunya sebelum mengambil keputusan penting.

10. Menentukan keputusan dan perintah yang hendak dilaksanakan.

11. Mengadakan pertemuan-pertemuan rutin untuk menyelaraskan gerakan dan kerja sama.

12. Memperhatikan mata rantai kmunikasi.

13. Selain menegur dan mebetulkan kesalahan anggotanya juga selalu mendorong dan meningkatkan semangat orang-orang yang telah menjalankan tugasnya dengan baik.

14. Semua anggota jamaah bekerja sama semata-mata karen Allah.

15. Memiliki pengetahuan lengkap tetang perjalanan gerakan, pelaksanaan dan aktivitas yang dilakukan para pelaksana atau anggota yang diserahi tugas tertentu.

16. Meminta pandangan dan saran-saran anggota tertentu yang berguna.

17. Seorang anggota tidak boleh diberi tugas dalam satu bidang gerakan kecuali ia telah benar-benar menguasai bidang tersebut.

18. Orang yang terlalu bersemangat sebenarnya berbahay jika diletakkan di tempat yang strategis.

19. Jika kalah dalam pertarungan, pemimpin harus segera meningkatkan moral anggotanya.

Hal umum yang perlu diperhatikan pemimpin:

1.    Memperhatikan kelurusan, keaslian, kemantapan jalan dakwah serta menjauhi segala bentuk penyimpangan.

2.    Memadukan antara generasi pertama dengan generasi penerus.

3.    Harus waspada terhadap ebrbagai usaha musuh.

4.    Memelihara tabiat gerakan dakwah dengan mengerahkan seluruh potensi yang ada.

5.    Waspada dan hati-hati mengeluarkan keputusan yang berkaitan dengan darah seorang Muslim.
Keanggotaan dan Tuntutannya

Persyaratan pokok seorang aktivis:

1.    Memahami benar arti komitmennya terhadap Islam.

2.    Mengenali karakter tahapan dakwah yang sedang dijalaninya dengan segala tuntutannya.

3.    Meyakini bahwa kembali kepada Kitabullah dan sunah Rasul adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan umat Islam dari krisis tersebut.

4.    Yakin akan kewajiban bergerak membangkitkan iman di dalam diri manusia.

5.    Mengetahui sejelas-jelasnya bahwa amal usaha menegakkan Daulah Islamiyah adlaha kewajiban setiap muslim dan muslimah.

6.    Mengetahui bahwa kewajiban ini tidak mungkin terlaksana dan tercapai hanya dengan usaha perseorangan atau sendiri-sendiri.

7.    Amal Jamai dipandang sebagai permasalahan yang wajib ditunaikan sebelum melangkah membangun kembali daulah islamiyah.

8.    Memilih jamaah yang akan dimasukinya..

9.    Meneliti sifat-sifat asasi jamaah tersebut.

10. Mengetahui bahwa dasar Islam adalah kesatuan kata dan shaff.

11. Memilih jamah dengan kesadaran sendiri.

12. Mengetahui bahwa amal jamai memiliki syart dan keiltizaman yang harus diketahui.

13. Dasar beramal hanya karena Allah.

14. Menyadari akan kebaikan yang tak ternilai dengan penggabungannya i angkatan yang memperjuangkan Islam secara benar.

15. Mengetahui bahwa persoalan penting di jalan dakwah adalah kesadaran terhadap pengawasan Allah.



Keharusan dan Perilaku Anggota yang Harus Ditegakkan:

1.    Perjuangannya harus berusaha menjadi mukmin yang teguh dan yakin terhadap amal jamai dengan segala tuntutannya.

2.    Mengetahui sevara mendalam segala ketentuan jamaah.

3.    Melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan.

4.    Niat ikhlas karena Allah semata.

5.    Mengetahui bahwa keiltizamannya dengan arahan dan sistem jamaah adalah persoalan asasi demi kebaikan perjalanan gerakan dalam mewujukan tujuan jamaah.

6.    Beriltizam dengan pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh.

7.    Beriltizam dengan cara gerakan dan seluruh langkahnya seperti yang ditentukan jamaah demi terwujudnya tujuan: Daulah Islamiyah.

8.    Menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jamaah.

9.    Berani menempatkan dirinya di dalam barisan jihad fi sabilillah.

10. Mengetahui martabat jihad.

11. Berkewajiban melatih diri agar mudah berkorban di jalan Allah.

12. Menyadari bahwa dirinya berkedudukan di pertahanan strategis.

13. Ujian adalah sunatullah dalam dakwah.

14. Mengikhlaskan kesetiannya dalam dakwah Islamiyah dan menghilangkan ketaatan pada yang lain.

15. Menanam dan mempersubur benih cinta antar sesama anggota dan memperkuat persaudaraan karena Allah.

16. Membiasakan diri melaksanakan setiap perintah jamaah.

17. Memberikan kepercayaan penuh kepada pimpinan jamaah.

18. Memiliki indera keenam: “indera dakwah”.

19. Memperhatikan pembentukan pribadi Muslim yang spesifik dan mencintai kebenaran serta menjadi pendukungnya dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya.

20. Menjauhi cara-cara yang bertentangan dengan adab Islam dan ajarannya.

21. Anggota jamaan dianggap pengawal di sebuah benteng pertahanan.

22. Menjauhi tindakan yang mempersukar barisan di dalam amal islami.

23. Beriltizam dengan sikap adil dan sederhana, tidak keterlaluan dan tidak meremehkan.

24. Mempergiat mekanisme saling menasihati kepada kebenaran.

25. Berpegang pada semboyan,”perbaiki diri dan seru orang lain kepada kebaikan. Kemudian menunaikannya dan berusaha terus menerus menunaikan mutu dirinya”

26. Bersungguh-sungguh emmperbaiki hubungan dan komunikasi antar sesama anggota.

27. Wajib menjaga waktunya dengan serius.

28. Memikirkan persoalan rumah tangga dan keluarganya.

29. Menumbuhkan harapan di dalam hati keluarga dan saudara-saudaranya bahwa masa depan adalah untuk Islam.

30. Tidak boleh merasa pesimis dan putus asa ketika menerima kekalahan di medan jihad.

31. Menghiasi diri dengan akhlak Islam dan menjauhkan diri dari sifat-sifat yang dilarang Islam.




Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota


Saling Menghormati dan Menghargai

Antara pimpinan dan anggota harus sama-sama menyadari bahwa memelihara suasana demikian merupakan ibadah kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan selalu memperbaiki hubungan antara keduanya.



Adab Pergaulan dan Perbincangan

Antara komunikator dan komunikan harus memelihara adab berbicara sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah.



Saling Mempercayai dan Berbaik Sangka

Suasana saling mempercayai dan berbaik sangka antara pimpinan dan anggota merupakan persoalan asasi untuk memastikan kebaikan gerakan di dalam jamaah.



Saling Menasehati

Suka saling menasehti dengan kebenaran dan dengan kesabaran adalah salah satu di antara sifat mukmin. Berikut ini dua untaian hikmah dari cendikiawan yang patut dijadikan pedoman dalam memberi nasihat, Pertama, Berilah nasihat dalam bentuk yang paling baik, dan terimalah menurut bentuknya. Kedua, Nasihat diberikan secara diam-diam.



Saling Mencintai dan Bersaudara

Persaudaraan karena Allah merupakan asas alam jamai, dan bagian dari rukun baiat yang sepuluh. Tingkat persaudaraan terendah adalah berbaik sangka, dan yang tertinggi adalah mengutamakan saudaranya di tas dirinya sendiri.



Mempererat Hubungan Antara Pemimpin dan Anggota

Hal ini diperlukan untuk tukar pendapat dan menyatukan sikap dna pikiran dalam berbagai persoalan yang dihadapi.





Hal Pergantian Pemimpin

Seorang anggota jamaah dimana pun ia bertugs harus mempersiapkan diri untuk menjadi panglima dan bersedia memikul amanah pimpinan tatkala tiba masanya untuk dipilih menjadi pimpinan serta melaksanakan tugas kewajibannya dengan sempurna dan sebaik mungkin.



Tunduk di Bawah Hukum Allah dan Rasul-Nya

Ketundukan inilah yang paling kuat dorongannya dalam menyelesaikan segala macam perselisihan akan selesai tuntas apabila dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya.



Mengkaji Berbagai Harakah dan Mengembangkan Pengalaman

Sudah sepantasnya mengetahui berbagai harakah dan aliran-aliran yang merusak dan bertentangan dengan Islam pada masa lalu dan masa kini.


Sistem dan Peraturan

Sistem dan Peraturan dalam amal jamai perlu dijelaskan:

1.    Menyusun peraturan dan mekanisme kerja harus dalam kerangka Islam.

2.    Seluruh sistem dan peraturan dipandang sebagai alat untuk menyusun dan mengatur kerja gerakan.

3.    Agar jamaah bergerak sesuai hasil syura.

4.    Agar terbentuk bidang gerakan, kelengkapan dan lembaga-lembagan efektif yang diperlukan di setiap bidang kegiatan.

5.    Agar dapat mengelakkan kekacauan aktivitas yang mengganggu atau bahkan menghancuran.

6.    Sistem kerja dan peraturan ini merupakan jalan termudah dan tercepat untuk menyelesaikan berbagai perselisihan pendapat sekitar masalah tujuan, tempat dan bidang kegiatan.

7.    Peraturan harus mencakup cara perbaikan bagi setiap kelalaian dan kesalahan.

8.    Seluruh peraturan dan sistem harus dapat menentukan syarat dan kriteria yang diperlukan bagi setiap calon penanggung jawab tempat, bidang dan garapan tertentu.

9.    Seluruh peraturan dan sistem kerja harus juga menentukan cara pemilihan anggota.

10. Hendaknya peraturan itu memenuhi makna daripada prinsip syura dan ditempuh secara rapi di setiap perngkat gerakan dan strukturnya.

11. Perlu diperhatikan keluwesan dalam menyusun sistem dan peraturan.

12. Hubungan pusat dan daerah harus dijaga.

13. Harus dapat menentukan cara pengambilan keputusan.

14. Menghambakan diri pada Allah melalui amal usaha dakwah di bawah naungan jamaah yang hanya mengharap keridhoan-Nya.
Pengendalian Pertemuan-pertemuan

1.    Hendaklah dipahami bahwa setiap pertemuan adalah bagian dari beribadah kepada Allah SWT.

2.    Sebaiknya pertemuan dimulai dengan dzikir kepada Allah, memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan syetan yang terkutuk.

3.    Benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya agar berjalan tepat waktu dan sesuai rencana.

4.    Bersungguh-sungguh menghadiri tepat pada waktunya, kecuali berhalangan.

5.    Menentukan waktu dimulainya pertemuan.

6.    Menentukan agenda pertemuan dengan menulis di papan tulis.

7.    Menjaga waktu agar sesuai dengan rencana.

8.    Bijak dalam memelihara tata tertib pada waktu berlangsungnya pembahasan acara.

9.    Mengarahkan pemikiran terhadap agenda pembahasan, meringkas pembicaraan pada waktu mengemukakan ide-ide.

10. Menjaga agar tidak ada satu orang pun yang memotong ucapan yang lain dalam sidang.

11. Jika hendak berbicara, harus mengangkat tangan untuk dicatat namanya dan menunggu giliran bicara.

12. Memelihara adab-adab Islam dalam berbicara.

13. Tidak boleh ada yang keras kepala mempertehankan pendapatnya.

14. Amanah atau rahasia pertemuan harus dipelihara bersama.

15. Pertemuan sebaiknya tidak terlalu lama.

16. Bijak dalam memelihara tata tertib pada waktu berlangsungnya pembahasan acara.

17. Hendaklah setiap anggota bertakwa kepada Allah pada waktu memberikan suaranya.

18. Demikian pula ketika ia hendak memberikan suaranya dalam pamilihan umum, ia harus memeilahar amanah dan persaksiannya.

Komentar

Postingan Populer