Tanya Kelompok


Tanya Kelompok

Pertanyaan:

Di Bogor ada kelompok yang menolak pemilu. Terutama pemilu legislatif. Mereka menamakan kelompok mereka Salafiyin.
Mereka bilang Pemilu tidak sesuai dengan syariat Islam. Mereka juga bilang bahwa pemilu sudah ditentukan pemenangnya. kalau yang menang pengikut amerika dan yahudi, maka di"bantu" dan dikokohkan. kalau yang menang lawan amerika dan yahudi maka diembargo, digempur (seperti Irak), atau dibatalkan hasilnya secara sepihak (seperti FIZ di Aljazair).
Katanya "gembong" mereka yang bernama syekh Ali bin Hasan Al Halaby yang bilang jangan ikutin pemilu.
Mereka juga kasih contoh bahwa Saudi berhasil menerapkan syariat Islam tanpa demokrasi. Katanya Saudi 80 kaya raya dan aman tentram sedangkan kelompok lain (yang mereka bilang sesat) bernama Ikhwanul Muslimin sudah 80 tahun berjuang tidak becus bikin negara dan ngurus negara (karena rakyatnya belum kaya raya dan aman tentram)
Mereka juga bikin kisah bahwa Raja Saudi telah membuat negara aman dari yang pertama sampai raja yang sekarang. Contohnya toko-toko emas ketika penjaganya pergi sholat tidak usah dikunci karena rakyatnya percaya sama kepolisian setempat.
Katanya lagi nggak usah mikirin program Yusuf 2004. kalau mendesak baru mereka ikut pemilu presiden putaran kedua buat milih muslim. Katanya walaupun parlemen banyak kristennya, kita nggak harus taat. kita cuman boleh taat kepada umaro negara (pemerintah eksekutif Republik Indonesia) dan itupun selama tidak dalam maksiat.
Tolong segera kirim jawaban. Kami sudah kehabisan kata-kata. Mereka ini ngakunya Salafy tapi nyatanya merhatiin politik juga. Apa mereka Slafy-salafyan? Apa mereka antek-antek Amerika dan Yahudi yang sengaja disusupkan? tolong sekalian kirim datanya biar bisa kami "berangus" abis-abisan yang kaya gini.
Emangnya dia nggak bisa baca hadits yang bunyinya. pilihlah wakil rakyat di antara kamu? emangnya mereka sangka Abu bakar, Umar, Utsman, Ali, Aisyah, dan Khodijah bisa duduk di parlemen Madinah tanpa dipilih rakyat? Tolong jawaban segera.

Abdullah

Jawaban:

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,


Sebaiknya Anda tidak panas hati bila menemukan beragam pendapat dari umat Islam. Juga bila ada satu kelompok menjelekkan kelompok lainnya. Kami beranggapan bahwa perbedaan pandangan seperti itu sangat manusiawi dan wajar saja. Itulah dinamika dan realitas umat Islam. Kita tidak bisa membuat mereka selalu setuju dengan pemikiran kita.

Apakah mereka salafi-salafian ataukah antek amerika, rasanya kami tidak punya hak untuk menjawabnya. Sebab tidak mungkin menilai posisi suatu kelompok sebelum jelas sekali infirmasi yang kita miliki.

Ikhwanul Muslimin Tidak Becus Ngurus Negara

Tentang Ikhwanul muslimin yang katanya tidak becus ngurus negara, sebenarnya memang ikhwan belum pernah punya kesempatan untuk mengurus sebuah negara. Ikhwan adalah sebuah pergerakan dari umat Islam yang ada di berbagai negara, namun tidak satu pun yang secara formal memegang tampuk kekuasaan atau pun menjadi sebuah pemerintahan.

Sebaliknya, kebanyakan para anggota dan aktifitasnya malah dikejar-kejar oleh para penguasa muslim, tidak terkecuali di Mesir, ibu kota Ikhwan sendiri. Bahkan hingga hari ini nama Ikhwan sebagai sebuah jamaah formal belum pernah direhabilitasi oleh pemerintah Mesir sejak dibubarkan sekian puluh tahun yang lalu. Meskipun pemerintah Mesir pun tahu bahwa matoritas penduduk Mesir adalah anggota, kader dan simpatisan Ikhwan. Menghancurkan Ikhwan sama saja membunuh rakyat sendiri.

Saudi Arabia

Bahwa toko emas di Arab Saudi tidak tutup dan ditinggal pemiliknya pada waktu shalat, itu hanya terjadi di masa Rasulullah SAW. Di masa sekarang ini, kalau kita pergi haji, kita lihat di Pasar Seng para pemilik tokok menutup pintu toko dan menguncinya dengan gemobk besar untuk shalat berjamaah. Dan bukan dengan maksud merendahkan tanah suci, tetapi copet dan jambret di kedua tempat suci itu bukan hanya ada tetapi amat banyak. Terutama musim haji dan Ramadhan.

Selain itu tuan-tuan yang memperkosa TKW juga teramat banyak, selain itu kita pun merasa muak melihat perilaku bangsa Saudi di Bogor, Puncak dan Cianjur yang melakukan nikah mut?ah, zina dan pelacuran. Jumlah mereka sangat banyak dan sangat mencoreng nama baik Saudi sendiri. Kebobrokan moral di Saudi hampir tidak ada bedanya dengan di negeri muslim lainnya. VCD porno dan prostitusi terselubung bukan hal sulit didapat di tanah kelahiran nabi.

Apalagi kebijakan politik dan keberpihakan Saudi selama ini kepada Amerika / Israel selam ini dan mereka membiarkan saja ladang-ladang minyaknya diambil oleh kafirin. Bahkan milyarder Saudi pun tidak terhingga yang menyimpang uangnya di bank-bank yahudi di Swin dan Amrik.

Apa yang harus kita lakukan ?

Cukuplah kita saling mengejek dan saling membuka aib masing-masing. Tentu tidak akan ada habisnya. Semua itu sebenarnya problem kita dan bukan waktunya untuk saling menjelekkan satu sama lain. Sebab tiap belahan bumi ini pasti punya problemnya sendiri-sendiri.

Tidak tepat bila kita malah saling menjelekkan satu sama lain dan menghasut umat ini untuk saling membenci. Ikhwan, Salafi dan apapun nama jamaahnya, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali sama-sama bekerja untuk kebaikan umat, bukan saling jegal atau saling menikam. Syukur-syukur kalau bukan hanya sama-sama kerja tapi bisa bekerja sama. Sungguh sebuah pemandangan yang indah dan bila Rasulullah SAW masih hidup, pastilah beliau merasa bangga dengan umatnya.

Sebaliknya, kita bisa bayangkan betapa luka hati beliau melihat sesama muslim saling ejek, saling tuduh, saling buka aib dan saling mempermalukan. Maka kami tidak menganjurkan Anda melakukan ?serangan balasan? dengan berbekal jawaban ini, tetapi yang harus Anda lakukan adalah mengajak dengan santun, sopan, masuk ke hati dan bersabar atas segala sikap negatif orang lain. Jadilah seperti Rasulullah SAW ketika berdakwah, jangan bawa nafsu amarah dan ketidak-warasan.

Ingatlah orang tua kita dahulu sering menasehati,? Sudah?sudah.. yang waras ngalah saja? . Tentu kita ini masih waras kan ?

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Komentar

Postingan Populer